Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, Senin 29 Maret 2021, menggelar Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2021. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Marina Kota Ambon ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Maluku Murad Ismail, yang diwakili Asisten I Setda Maluku M. Saleh Thio.

Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I mengatakan, Forum OPD Bidang Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini dilandasi spirit implementasi Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-3708 tahun 2020 tentang Hasil Verifikasi dan Validasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah Olehnya penjabaran program dan kegiatan mengalami perubahan dalam hal kodefikasi dan penamaan program maupun kegiatan. ‘’Jika tahun 2020 kita kenal perencanaan pembangunan daerah dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan, maka pada tahun 2021 ini berubah menjadi program, kegiatan dan sub kegiatan, sehingga berdampak pada sasaran indikator perencanaan daerah,

Gubernur menambahkan, sebelum menyusun perencanan pembangunan, maka terlebih dahulu harus dipahami mekanisme dan prosedur yang ada sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sehingga dapat menyusun suatu perencanaan pembangunan yang efektif, efisien dan proporsional. “Saya kira, paling penting dari kegiatan Forum OPD ini adalah mengimplementasikan visi dan misi Gubernur Maluku dan Wakil Gubernur Maluku demi meningkatkan serta menjadikan pendidikan yang berkualitas dan menjadi prioritas utama untuk kesejahteraan masyarakat Maluku,” ujarnya. Menurutnya, Dikbud bertanggungjawab dengan pendidikan, maka hal penting mesti terus bekerja demi meningkatkan mutu pendidikan dalam artian merancangkan pendidikan dan perhatikan nomenklatur. ‘’Sebab dari situlah, maka kita akan dapat menyusun program untuk dijalankan pada tahun 2022,’’

Disebutkan, sekarang ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dibandingkan tahun 2019, yang tadinya 69,45 meningkat pada tahun 2020 mencapai 69,49 dengan rata rata pertumbuhan peningkatan adalah 0,06. Hal ini patut disyukuri, karena pendidikan memiliki sumbangsi yang sangat tinggi dalam mencapai IPM. “Ini suatu hal yang mengembirakan. Itu pertanda pendidikan telah memberikan sumbangsih yang tinggi, hingga SDM harus dipersiapkan menuju Maluku yang berkualitas. Sembari ungkapkan akibat mewabahnya Covid-19 hingga dunia pendidikan di Maluku juga sempat terganggu. Kini Covid-19 sudah memasuki satu tahun kita tidak bisa berdiam diri harus bangkit terutama dunia pendidikan. Karena Dikbud berkewajiban dan berusaha mendorong pendidikan di Maluku dengan berbagai cara seperti salah satunya mempromosikan cagar budaya Maluku,” ungkapnya

Ditegaskan, OPD harus optimalkan sasaran dan target yang siap dijalankan untuk tingkatkan mutu pendidikan didaerah ini. Berkaitan dengan itu, maka penguatan kapasitas dalam pengelolaan pendidikan dan kebudayaan menjadi sangat penting dalam rangka peningkatan manajemen perencanaan, pengawasan yang lebih terbuka, efisien, efektif dan tertanggungjawab. Olehnya itu, Forum OPD Bidang Pendidikan dan Kebudayaan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk optimalisasi capaian dan target program pendidikan dan kebudayaan di Provinsi Maluku dalam membangun sinergitas perencanaan antara Provinsi dan Kabupaten/Kota, yang terukur dan berkelanjutan dengan pelaksanaan yang tepat dan terkoordinir serta melalui pengendalian dan pengawasan yang efektif.

Dari kegiatan OPD ini diharapkan terwujud peningkatan pemerataaan layanan pendidikan dan kebudayaan yang berkeadilan, berkualitas serta memiliki daya saing. Adapun secara khusus hasil yang di harapkan adalah terwujudnya komitmen melalui perumusan program dan kegiatan prioritas bidang pendidikan dan kebudayaan tahun 2022, Tersusunnya rekomendasi untuk implementasi kebijakan program dan kegiatan prioritas pembangunan pendidikan dan kebudayaan serta terbangun jaringan kerjasama antara berbagai pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan.

Peserta yang hadir dalam Forum OPD ini terdiri dari Cabang Dinas Pendidikan Menengah dan Khusus Kabupaten/Kota se Maluku, MKKS SMA dan SMK Se Maluku. Adapun Narasumber Pusat dari Kemendikbud RI berjumlah 2 orang yang terdiri dari Kepala Biro Perencanaan Kemendikbud RI dan Pusdatin Kemendikbud RI. Sedangkan Narasumber Daerah terdiri dari Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Kepala Bappeda Provinsi Maluku, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Kepala LPMP Provinsi Maluku.