Sabtu, 26 Februari 2022 bertempat di Kampoeng Bangka Resto Jl. Panglima Polim Raya Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kepala Dina Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Ibu Dr. Ir. Insun Sangadji, M.Si menjadi narasumber pada forum diskusi publik yang digelar Milenial Maluku Indonesia (MMI) yang bertema ‘Strategi Penyiapan Sumber Daya Manusia Maluku Dalam Menghadapi Tantangan Digitalisasi’.

Kadis Dikbud menjadi pembicara pertama dalam forum tersebut, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas penyelenggaraan forum diskusi public yang digelar oleh MMI yang di dominasi oleh mahasiswa asal maluku yang sedang menempuh Pendidikan di Jakarta, ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan kecintaan adik-adik mahasiswa terhadap pembangunan di provinsi maluku. Kadis Dikbud memaparkan kondisi Pendidikan di maluku sebelum diberikan kepercayaan oleh Gubernur Maluku Bapak Murad Ismail pimpin Dikbud Maluku yang terpuruk berada pada peringkat dua terakhir dari 34 Provinsi. Olehnya sejak dirinya diberi kepercayaan memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mulai menata dan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan Pendidikan di Maluku.

Melanjutkan, bahwa dari 8 standar Pendidikan kita terpuruk pada 2 standar yaitu standar pendidik dan tenaga kependidikan serta standar sarana dan prasarana. Dari segi pendidik dan tenaga kependidikan telah melakukan berbagai upaya dalam rangka peningkatan kompetensi guru, bahkan salah satu agenda kehadirannya di Jakarta saat ini berkaitan dengan hal itu. Diantaranya melakukan pertemuan dengan Direktur Pendidikan dan Profesi Guru untuk memperjuangkan nasib 2.480 guru yang belum memiliki sertifikat pendidik, melakukan pertemuan Dirjen Dikdasmen terkait dengan peningkatan sarana dan prasarana Pendidikan di maluku serta selama 2 hari melakukan penjajakan kerja sama dengan SEAMEO Regional Open Learning Center (SEAMOLEC) dalam rangka peningkatan kompetensi guru dan pengembangan Pendidikan vokasi.

Berkaitan dengan tema diskusi, Kadis Dikbud menyampaikan tantangan kita di maluku dalam menghadapi era digitalisasi yakni letak geografis maluku merupakan provinsi kepulauan, infrastur kita belum merata, telekomunikasi/jaringan internet masih terbatas, kualitas SDM yang masih rendah, peran serta masyarakat dalam Pendidikan belum optimal begitu pula dengan keterbatasan anggaran yang kita miliki.

Sementara hadir juga menjadi pembicara Dr. Jamaludin Koedoeboen, SH, MH Ketua Umum DPP KKBMM dan juga salah satu praktisi hukum asal maluku yang sukses di Jakarta, menyampaikan selalu mengikuti perkembangan Pendidikan di maluku, dia juga  salut dan mengapresiasi terhadap apa yang telah dilakukan oleh Kadis Dikbud dalam menata Pendidikan di maluku. Hal senada juga di sampaikan oleh pembicara lainnya yakni Hariqo Satria merupakan CEO Komunikonten dan Global Influencer School. Sementara panitia penyelenggara juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Kadis Dikbud pada forum diskusi publik ini dan berharap MMI juga dapat memberikan sumbangsi terhadap peningkatan mutu Pendidikan di maluku pada era digitalisasi saat ini, dia juga berharap agar seluruh pimpinan SKPD untuk dapat hadir pada forum-forum diskusi yang akan datang. (**)